Dosen dan Mahasiswa SAA mengikuti Workshop Moderasi Beragama Di Propinsi Bali

01-08-23 Studi Agama Agama 0 comment

*DOSEN DAN MAHASISWA SAA MENGIKUTI WORKSHOP MODERASI BERAGAMA DI UNIVERSITAS HINDU INDONESIA (UNHI)*

Kuliah umum filsafat agama dan workshop moderasi beragama di Universitas Hindu Indonesia dilaksanakan pada Senin, 17 Juli 2023 di gedung Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya yang dihadiri oleh 16 dosen dan 205 orang mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang.

Dekan Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya serta bapak Herwansyah, M.A kaprodi Studi Agama-Agama mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkuat tali silahturahmi antar kedua universitas serta menumbuhkan rasa toleransi dan moderasi umut beragama kepada para mahasiswa/mahasiswi.

I Gede Agus mengatakan bahwa teks sebagai wadah bagi ide-ide menggejala pada ruang waktu tertentu. Penguasa menggunakan teks sebagai jembatan kekuasaannya. Prasasti dan lontar di Bali itu terdiri dari prasasti air tabar B (983 M), Goris menyebut prasasti ini sebagai Gobleg, Pura Desa II, menggunakan bahasa Bali Kuno, menyebut nama raja yakni Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi yang diduga sebagai putri kerajaan Sriwijaya oleh Callenfels, asumsi ini hadir karena nama pejabat yang serupa dengan prasasti Jawa serta Moens menduga bahwa ia adalah putri dari Mpu Sindok.

Tahun 994 M pemerintahan Sri Dharmodiyana Warmadewa, mengeluarkan prasasti Bebertin AII yang menggunakan bahasa Kawi. Perkawinan budaya, perubahan bahasa di dalam prasasti menunjukkan latar belakang budaya yang tarik menarik. Bahasa Kawi Bali yang berbeda dengan Bali Kuno dan Jawa kuno, peralihan ini pun merupakan bukti perubahan kebudayaan dan kekuasaan di belakangnya. Umumnya aturan-aturan tersebut dimuat dalam teks-teks paswara. Prasasti Bebetin terdiri dari Babad dan geneaologi raja bali serta pencampuran Jawa danBali.

Piagam-piagam (Piyagem) Palembang terdiri dari: Piyagem sukabumi, Piyagem tanah abang, Piyagem Rambang dan Sungai keruh (Piyagem perak) museum penghulu Muhammad soleh. Moderasi beragama sangatlah penting di era saat ini, karena dapat mempermudah kita dalam menyambung tali silaturahmi antar umat beragama.