Prodi Studi Agama Agama UIN RF mengadakan Interfait Dialogue
/>
Pada hari Senin, 4 November 2024 HMPS SAA melaksanakan Seminar Interfaith Dialogue dengan tema “Pilkada Damai dalam Perspektif Agama-Agama: Sebuah Solusi dalam Mencapai Moderasi, Toleransi, dan Kebhinekaan”, bertempat di ruang Munaqosyah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemahaman bersama mengenai pentingnya pelaksanaan Pilkada yang damai dan harmonis dalam bingkai moderasi, toleransi, serta kebhinekaan dari perspektif berbagai agama.
Acara ini diikuti oleh 107 orang mahasiswa dari berbagai prodi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Abdul Karim Nasution, M.Hum selaku Wakil Dekan II FUSHPI . Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya dialog antaragama untuk mengedepankan nilai-nilai perdamaian dalam konteks pemilu sebagai proses demokrasi yang inklusif. Haqdir dalam acara tersebut Bapak Almunadi, MA selaku WD III, Ibu Dr. Nur Fitriyana.M.Ag selaku WD I , Ibu Murtiningsih, M.Pd.I dosen Senior Prodi SAA, Bapak Dr. Nugroho. M.S.I Kaprodi Studi Agama Agama, Bapak Jamhari.M.Phil.I Kaprodi Akidah dan Filsafat Islam, Bapak Jhon Supriyanto,MA Kaprodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Bapak Dr. Rahmat Hidayat, M.Phil Sekretaris IQT, Bapak Kasub keuangan dan Perencanaan Bapak Muhammad Syahid, M.Si serta Bapak Raisuddin, S.Ag kasub akademik dan alumni FUSHPI.
Adapun materi yang disampaikan oleh para narasumber, yang pertama yaitu penyampaian materi dari Drs. Imron Rosyidi tentang moderasi beragama sebagai solusi pemilu damai, terbagi menjadi 4 yaitu: 1) cinta tanah air; 2) toleran dalam mengamalkan agama; 3) anti kekerasan; 4) menghargai kearifan lokal. Moderasi beragama juga dipandang sebagai pendekatan untuk menciptakan kedamaian dalam perbedaan. Beliau menekankan pentingnya menghindari ekstremisme dalam pandangan politik serta mendorong kesetaraan dan keadilan dalam memilih pemimpin. Yang kedua penyampaian materi dari bapak Js. Jason Gunawan, S.Kom tentang memilih pemimpin yang narasinya damai, beliau mengatakan bahwa pemimpin dengan narasi damai akan mampu membawa keharmonisan dalam masyarakat. Pemimpin seperti ini mampu merangkul semua golongan dan membawa masyarakat menuju kemajuan tanpa konflik.
Kemudian ketiga penyampaian materi dari Bapak St. Antoniur Marbun, S.Si tentang pemimpin menurut perjanjian lama: penunjukan langsung. Beliau mengatakan bahwa berdasarkan Perjanjian Lama, pemimpin sering ditunjuk langsung oleh Tuhan untuk menjalankan tugas tertentu. Hal ini menggambarkan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab moral yang besar dan harus mengutamakan kesejahteraan umat. Selanjutnya penyampaian materi keempat dari bapak Leonardus Sutrisno, S.Ag., M.Si tentang pilkada damai dalam perspektif agama katolik. Beliau mengatakan bahwa dalam ajaran Katolik, nilai kasih dan perdamaian adalah landasan bagi setiap umat. Pilkada damai diharapkan mengedepankan nilai-nilai kasih antar sesama dan menghindari segala bentuk permusuhan.
Kelima penyampaian materi dari bapak Haris, A.Md., S.E tentang keharmonisan dalam pilkada. Menurut beliau harmoni dalam Pilkada sangat penting untuk menjaga persatuan. Diharapkan seluruh elemen masyarakat mengedepankan kepentingan bersama dan memperkokoh kerukunan dalam keberagaman yang ada. Dan yang terakhir penyampaian materi dari Ibu Dr. Nur Fitriyana, M.Ag tentang karakteristik pemimpin menurut ajaran Islam. Yang dimana beliau mengatakan bahwa dalam perspektif Islam, pemimpin yang ideal adalah sosok yang memiliki integritas, adil, serta berkomitmen pada kesejahteraan rakyat. Sifat amanah dan kemampuan untuk membawa perdamaian menjadi karakteristik utama seorang pemimpin dalam Islam.
Seminar ditutup oleh Ibu Dekan FUSHPI Prof.Dr. Uswatun Hsanah.M.Ag. Pra Nrasumber sepakat bahwa perdamaian dalam Pilkada dapat dicapai melalui pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keharmonisan dalam keberagaman agama. Para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pesta demokrasi.